My Friend is Angel
Di
sepanjang jalan menuju ke rumah,
sambil merenung apa yang telah terjadi hari ini. Semua begitu melelahkan, mulai
dari terlambat, dimarahi guru karena tugas tinggal dan diberikan tugas tambahan, mendadak rapat
OSIS , dll. Di
jalan ini begitu sunyi dan tenang, hanya suara sercikan daun yang di hembus
angin terbang kesana kemari dengan bebasnya.
Aku terus merenung sampai aku menemukan
mesin permainan, kebetulan aku mempunyai
koin saat itu. Aku ingin mengetes, apa hari ini hari terburukkah bagiku
??
Ku ambil koin dari tasku, lalu kumasukkan
kedalam mesin itu, dan mulailah aku bermain. Dengan mata yang melotot dan
tangan yang sigap, tak disangka-sangka aku mendapatkan sebuah bola Kristal
cantik berkilau,
dengan ada boneka malaikat didalamnya.
Rasa senang dan lega menyelimutiku, “meskipun di awalnya
buruk tapi di akhir hari ini lumayan baik” pikirku. Selama perjalan aku
bernyanyi terus sambil ku ayun-ayunkan bola Kristal itu. Tiba- tiba aku
berhenti, ada hasrat ingin melihat
secara detail malaikat mungil yang berada dalam bola tersebut. Matanya tertutup, sayapnya terbuka, kepalanya menunduk
dan raut mukanya seperti orang yang sedang tidur pulas. Semakin aku memperhatikan tak sadar
semakin dekat mataku dengan bola itu, ketika jarak mataku dengan bola hanya
tinggal 1 cm, tiba-tiba malaikat itu tersenyum dan mengangkat kepalanya. Aku
yang terkejut langsung melepas bola itu ke tanah dan akhirnya pecah. Malaikat
mungil itu keluar dari bola dan terbang mengelilingiku. Karena terlalu shock,
tak sadar pandangku mulai buram dan akhirnya aku pingsan.
Tersadar dari pingsan ku, aku
merasa berada ditempat yang tak asing bagiku, benar ini adalah kamarku sendiri.
Bagaimana
mungkin? bukankah aku tadi pingsan dijalan? siapa yang membawa ku kesini?
Dan........... dimana malaikat mungil dan bola kristal ku ?? apakah semua tadi
hanya mimpi? lalu jam berapa sekarang?? segudang pertanyaan menghujam di kepala
ku.
Kulihat jam, sekarang
menunjukkan pukul 7 malam. Pulang sekolah aku jam 3sore, berarti..... semuanya
itu bukan mimpi. Jadi dimana malaikat itu? bergegas aku langsung keluar dari
kamar dan memanggil ibuku. “ibuuuu....” panggilku dengan suara keras. “ kamu
udah bangun? Kenapa memanggil ibu seperti itu?” “maaf bu, tapi siapa yang
mengantarku pulang?” “ooohh.. hanya untuk bertanya itu saja kamu teriak seperti
ada kebakaran, kamu tidak ingat? Bukannya kamu pulang dengan teman mu tadi, dan
pingsan dijalan. Dia yang mengantarmu ke sini? Tapi anehnya kenapa dia tidak
memakai seragam? dia hanya memakai baju putih terusan selutut.”
“Teman? Gak pakai seragam? Bajunya
putih panjang selutut?” pikirku mendengar penjelasan ibuku tadi sembari aku menuju kekamarku lagi.
Setiba di kamar aku terkejut karena aku
menemukan perempuan dengan rambut biru memakai baju putih selutut. Karena sangat
terkejut aku berteriak sekencang
mungkin, perempuan itu langsung menutup mulutku dan menyuruhku diam. Ibuku yang
mendengar teriakanku langsung menuju ke kamarku, aku yang menyadari hal itu
langsung menyuruhnya sembunyi di dalam lemari. Ibu ku bertanya apa yang
terjadi, seperti di film-film aku hanya menjawab “ tadi ada tikus bu”.
Setelah ibuku pergi, aku
langsung menyuruhnya keluar dari lemari dan aku minta penjelasan siapa dia dan
kenapa dia bisa ada di dalam kamarku. Akhirnya dia pun bercerita, dia
menjelaskan bahwa dia adalah jelmaan dari malaikat mungil dari bola kristal
itu. Dia sangat berterima kasih karena aku telah mengeluarkannya dari bola itu.
Dia juga bilang, dia telah terkurung di dalam bola tersebut selama 300 tahun.
Dulu karena dia menyukai seorang manusia dan sehingga saat manusia itu
meninggal dia sangat menyesal dan frustasi sehingga membuat suatu masalah dan
di hukum dikurung di dalam bola tersebut.
Aku yang perihatin akan
keadaannya menerimanya dengan senang hati dan membiarkannya menginap di rumahku,
tanpa sepengetahuan ibuku. Lalu aku bertanya “apa kamu manusia dan apa yang
akan kamu kerjakan selama kamu di dunia ini?”, dia mengatakan “aku bukan
manusia, aku adalah malaikat yang kamu lihat dalam bola kristal itu, aku
memiliki sayap, dan sayap itu akan keluar sesuai kehendakku sendiri, jadi kamu
tidak usah memberikanku makan seperti layaknya manusia, selama aku di dunia ini
aku akan memberi pertolongan orang kepada orang-orang yang membutuhkan
terkhusus kamu, sampai aku menemukan lelaki yang mencintai ku apa adanya
sehingga aku dapat kembali ke dunia ku”.
Paginya aku terbangun, setelah
semalaman bercerita dengan malaikat itu dan aku memutuskan untuk memanggilnya Angel.
Kulihat
jam menunjukkan pukul 6.15, tak sadar ternyata aku terlambat bangun, bergegas
aku langsung menuju ke kamar mandi, lalu memakai seragam, menyisir rambut dan
merapikan buku, lalu mengambil sarapan. Karena tidak semoat
sarapan aku akhirnya sarapan sambil lari-lari menuju sekolah. Setiba di sekolah aku baru teringat akan tugas yang
diberikan kepadaku kemarin. “arrrgghh.. sial, aku lupa”
Dengan perasaan cemas, aku
menuju kelasku, setibanya aku dikelas, aku melihat buku tugas ku ada di atas
meja ku dan tugas yang diberikan telah selesai. Aku tersenyum lega, aku tau ini
perbuatannya si angel, “thanks, Angel” ucapku dalam hati. Selama aku sekolah, aku
menyuruhnya untuk tidak tinggal di rumah, terserah apa yang akan dia lakukan
dan kemana dia mau pergi asal tidak berada di rumah karena ibuku selalu
kekamarku untuk merapikan.
Sepulang sekolah, aku pulang bersama dengan Niko, lelaki keren, pintar dan baik hati. Jujur aku ada hati dengannya,
hanya saja aku selalu memendamnya. Sesampai di depan rumahku aku menyuruh Niko masuk
sekedar untuk minum, karena jarang-jarang kami pulang bersama. Saat membuka
pintu, tak disangka aku di sambut oleh Angel, tapi dia terlihat berbeda,
dia kelihatan cantik dengan gaun selutut
bermotif kupu-kupu dan rambut di gerai panjang. Aku yang tercengang melihatnya
terpaku di depan pintu begitu juga dengan Niko.
Selama di dalam rumah aku
cemburu dan merasa menjadi orang ketiga antara Angel dan Niko. Karena
merasa tidak dipedulikan, aku langsung
menuju ke kamar dan membiarkan mereka berdua di ruang tamu. Sepulangnya Niko,
Angel pergi kekamarku dan dia ingin sekali menceritakan apa-apa saja yang dia
bicarakan dengan Niko tadi.
Aku yang telalu cemburu,
menyuruhnya diam dengan nada sedikit marah. Aku melihat raut mukanya yang
berubah 180 derajat dari yang happy menjadi sad, meminta maaf kepadanya,
“mungkin karena aku kelelahan, sehingga aku ingin tidur jadi gak bisa mendengar
ceritamu” ucapku menerangkan pada Angel.
Besok paginya, Niko datang ke mejaku
dan bertanya tentang kehidupanku, tidak tahu setan apa yang merasukinya selama
aku kenal dengannya baru pertama kalinya dia bertanya tentang diriku biasanya
aku yang selalu bertanya tentang dirinya.
Pulang sekolah, dengan hati
yang senang cepat- cepat aku bergegas untuk sampai ke rumah untuk
menceritakannya ke Angel. Anehnya aku tidak mendapati Angel. “pasti dia sedang
pergi untuk menolong orang” pikirku. Malam pun tiba tapi Angel belum juga
kembali, aku mulai merasa gelisah, apa terjadi sesuatu saat dia menolong orang.
Aku tidak bisa tidur dan memutuskan
untuk menunggunya. Jam 11 malam, tiba-tiba pintu rumahku ada yang mengetok. Aku
lagsung bangkit dan bergegas untuk membuka pintu. Tapi aneh, yang kutemukan
hanyalah sebuah kertas yang berisikan :
“Maaf aku telah merepotkanmu
selama ini, terima kasih telah membuatku kembali ke dunia ku. Ternyata anggapan
ku selama ini salah, aku kembali bukan karena ada yang mencintai ku apa adanya
tapi karena ada yang menerimaku apa adanya yaitu kamu. Maaf aku telah membuatmu
sakit hati, malam itu saat aku ingin bercerita, yang ingin kuceritakan bukanlah
seperti yang kamu pikirkan, aku ingin menceritakan bagaimana agresifnya Niko
bertanya tentang dirimu kepadaku, aku tau kamu menyukai Niko, ungkapkanlah
perasaanmu padanya, sehingga tak ada rasa penyesalan di hidupmu seperti aku dahulu. Selamat Tinggal
dan Terima Kasih atas Semuanya."
Angel
Aku yang terharu membaca surat
itu menatap ke langit yang gelap dan mengeluarkan airmata sambil berkata
“Sama-sama Angel, terima kasih juga telah pernah menjadi bagian dari hidupku
semoga kamu bahagia disana”.

Komentar
Posting Komentar